0811-3777-756 · support@kerjasama.com

Definisi Fintech Syariah Indonesia Yang Wajib Anda Ketahui


definisi fintech syariah

Definisi Fintech Syariah – Definisi fintech adalah inovasi teknologi dalam layanan keuangan yang dapat menghasilkan model-model bisnis, aplikasi, proses, atau produk-produk dengan efek material yang terkait dengan penyediaan layanan keuangan. (1)

Sedangkan definisi Fintech Syariah adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan berdasarkan prinsip syariah yang mempertemukan atau menghubungkan Pemberi Pembiayaan dengan Penerima Pembiayaan dalam rangka melakukan akad pembiayaan melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet. (2)

Sejarah Fintech

Fintech (Financial Technology) sendiri mulai digunakan sejak tahun 1999 yang digunakan oleh perusahaan napster saat mengeluarkan aplikasi P2P (Peer-To-Peer) untuk keperluan bisnis berbagi music (music sharing).

Baca Juga : Fintech Syariah Indonesia

Ditahun 2004 sebuah Lembaga keuangan yang berpusat di Inggris bernama zopa menerapkan fintech pada bisnis peminjaman keuangan yang dijalankannya. Ditahun 2008 menyusul Satoshi Nakamoto yang menerbitkan perangkat lunak keuangan bernama Bitcoin.

Di Indonesia sendiri dalam kurun waktu 2006 sampai dengan 2016 terdapat 165 perusahaan fintech yang beroperasi (3) . Hal ini membawa angin segar pada iklim ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang.

Fintech Syariah Indonesia

Hadirnya fintech syariah di Indonesia mendapat sambutan hangat dari para pemakai jasa fintech, terlebih lagi Indonesia merupakan negara dengan pemeluk Islam terbanyak di dunia. Umat muslim Indonesia banyak yang melirik fintech syariah sebagai alternatif model pembiayaan  konvensional.

Kehadiran fintech syariah yang menggunakan akad-akad syar’I sesuai dengan syariat Islam juga mampu membangkitkan semangat bisnis tanpa riba bagi para enterpreunur atau pengusaha. Selain itu syiar-syiar Islam dapat tersampaikan dengan baik berkat adanya fintech syariah ini.

Banyak pengamat ekonomi syariah yang menyatakan bahwasanya perkembangan fintech syariah di Indonesia kedepannya akan semakin maju dan berkembang.

Baca Juga : Tips Menghindari Transaksi Riba

Menurut Ketua STEI Tazkia Bogor Dr. Murniati Mukhlisin bisnis Fintech akan semakin mengalami perkembangan di negeri berpenduduk mayoritas muslim, hal ini dikarenakan sudah ada peraturan yang dikeluarkan oleh pihak Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta fatwa MUI. (4)

Dr. Murniati Mukhlisin yang juga merupakan pembina Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) mengemukakan bahwa saat ini pusat-pusat Pendidikan beserta universitas-universitas sibuk mempersiapkan program studi yang sesuai dimulai dari level pengembangan teknis sampai dengan level teknis.

Model Fintech Syariah Indonesia

Setidaknya ada 6 model bisnis fintech syariah yang sudah difatwakan boleh oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI di dalam  Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 1 17/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

  • Pembiayaan anjak piutang (factoring)
  • Pembiayaan Pengadaan Barang pesanan Pihak Ketiga (Purchase Order)
  • Pembiayaan Pengadaan barang untuk pelaku usaha yang berjualan secara online (online seller)
  • Pembiayaan pengadaan barang untuk pelaku usaha yang berjualan secara online dengan pembayaran melalui penyelenggara payment gateway
  • Pembiayaan untuk Pegawai (Employee)
  • Pembiayaan berbasis komunitas (community based)

Dengan adanya fatwa dari MUI tersebut semakin menjamin keberadaan fintech syariah di kancah perputaran keuangan bisnis di Indonesia. Kesempatan untuk membangkitkan dan memperkuat perekonomian umat juga semakin besar.

Fintech syariah bukan hanya milik umat Islam semata, siapa saja bisa menikmati model fintech berbasis syariah ini asalkan mau mengikuti aturan dan persyaratan yang berlaku. Hal ini sesuai dengan konsep agama Islam sendiri yaitu Rahmatan Lil Alamin.

 

Catatan kaki :

(1) Muhammad Afdi Nizar, Teknologi Keuangan (Fintech) : Konsep dan Implementasinya di Indonesia, ResearchGate, 2017

(2) Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 1 17/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah

(3) Muhammad Afdi Nizar, ibid

(4) https://www.antaranews.com/berita/732308/akademisi-bisnis-fintech-syariah-makin-berkembang

 

 

Have any Question or Comment?

One comment on “Definisi Fintech Syariah Indonesia Yang Wajib Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *